Update MotoGP 2020: Ianonne Terancan dihukum 4 Tahun

kabar datang dari pebalap Aprilia, Andrea Iannone yang terancam dihukum selama 4 tahun larangan tampil di ajang MotoGP. Setelah sampel B pelapab yang berasal dari Italia tersebut diberitakan positif doping.

Positif Doping, Iannone Terancam Hukuman 4 Tahun

Keikutsertaan Iannone dalam ajang MotoGP tengah dibekukan FIM (Federasi Sepeda Motor Internasional) setelah dirinya gagal lolos tes doping yang mana dilakukannya setelah MotoGP Malaysia tepatnya di Sirkuit Sepang, pada tanggal 3 November 2019 lalu.

Hasil tes saat itu menyatakan bahwa Iannone positif doping jenis drostanolone. Kemudian pihak mantan pebalap Ducati tersebut mengajukan banding. Ia juga meminta sampel urine B diperiksa pada hari Selasa (7/1) kemarin. Akan tetapi sampai dengan saat ini belum ada pernyataan resmi dari FIM atau pun juga dari WADA (Baadn Anti Doping Dunia).

La Gazzetta dello Sport sendiri mengklaim bahwa hasil tes sampel B Iannone tetap lah positif, akan tetapi Cuma sedikit kandungan drostanolone yang terdeteksi. Antonio De Rensis, pengacara Iannone, mengklaim juga bahwa kliennya terkontaminasi makanan di Malaysia yang mana mengandung drostanolone. Namun kandungannya Cuma sedikit sekali dan mengklaim kliennya tak sengaja mengonsumsi drostanolone itu.

Akan tetapi, sayangnya Iannone tetap lah terancam hukuman berat. Dilansir dari CNN Indonesia, ia berpeluang mendapatkan hukuman larangan tampil 4 tahun karena sampel B tetap lah positif hasilnya. Pihak Iannone namun masih akan menjalani scenario ‘tak sengaja’ mengonsumsi drastonolone tersebut. Iannone serta pengacaranya bakal berusaha sekuat tenaga memperdebatkan kasus ini dalam siding disipliner. Baru setelanya, vonis bakal dikeluarkan dalam waktu 45 hari setelah itu.

“Saya tidak punya rencana B, Yang penting adalah kembali ke Aprilia. Balap motor adalah hidup saya. Saya tidak bodoh untuk mempertaruhkannya,” ungkap Iannone dikutip dari CNN Indonesia.

Terancam Tak Bisa Ikut MotoGP 2020

Dikutip dari CNN Indonesia yang menuliskan pernyataan FIM, “FIM telah memberitahu pebalap Italia, Andrea Iannone bahwa ia untuk sementara ini ditangguhkan berdasarkan pasal 7.9.1 dari kod anti-doping (CAD) FIM.”

“Tuan Andrea Iannone memiliki hak untuk meminta dan juga menghadiri analisis sampel B. Tuan Andrea Iannone untuk sementara ditangguhkan mulai 17 Desember 2019. Karena itu ia dilarang berpartisipasi dalam kompetisi atau kegiatan balap motor sampai pemberitahuan lebih lanjut,” ungkap pernyataan dari FIM lagi. FIM pasalnya beum memberikan informasi tambahan lagi  tentang kasusu doping yang mana menjerat Iannone itu. Sekarang ini Iannone sendiri masih menjalani kontraknya dengan tim Aprilia, yang akan usai di akhir 2020 mendatang.

Musim lalu ia meraih 43 poin dan mampu menempati posisi ke-16 klasemen. Catatan Iannone yang terbaik adalah bisa finis di posisi ke-6 dalam ajang MotoGP Australia. Kasus doping Iannone ini adalah yang pertama sejak tahun 2012. Saat itu pebalap Moto2, Anthony West kedapatan menggunakan zat terlarang jenis methylexanamine.

Sekarang Andrea Iannone kedapatan menggunakan doping dengan jenis anabolic steroid. Hal itu lah yang membuat dirinya ditangguhkan dan terancan tak bisa ikuti ajang balapan terbesar di dunia, MotoGP 2020. Namun ia mengklaim tak akan menyerah demi karirnya.

Seri pertama MotoGP 202 sendiri bakal berlangsung di Qatar pada tanggal 6-8 Maret 2020. Pihak Aprilia sendiir pasalnya telah memilih Bradley Smith sebagai pengganti pebalap yang masih berjuang di meja hijau ini apabila dinyatakan bersalah dikarenakan kasus doping.