Netanyahu Tak Lama Lawat AS Karena Tel Aviv diserang Roket

Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, harus mempersingkat waktu lawatannya ke Amerika Serikat, menyusul adanya laporan serangan roket yang terjadi di ibu kota negaranya, Tel Aviv. Dalam serangan itu, setidaknya ada 6 orang yang terluka.

Persingkat Lawatannya ke AS

Netanyahu pasalnya mengatakan bahwa dirinya akan segera pulang ke Israel setelah dirinya bertemu dengan Presiden Donald Trump di Washington. “Saya memutuskan untuk mempersingkat lawatan saya di AS terkait dengan adanya insiden keamanan. Saya akan bertemu dengan Presiden (Trump) dalam beberapa jam ke depan dan setelah itu saya akan kembali ke Israel untuk bisa memantau operasi keamanan secara dekat,” ucapnya lewat sebuah video togel bali yang dirilis hari Senin (25/3) di kantornya.

Sebuah roket dari Jalur Gaza dilaporkan menerjang utara Tel Aviv, Israel, tepatnya hari Minggu (24/3) sampai akhirnya melukai 7 orang. Tidak hanya itu, roket itu juga memicu sirine darurat berbunyi di tengah ibu kota itu.

Kepolisian setempat mengatakan bahwa roket yang mana diduga berasal dari Jalur Gaza tersebut jatuh di Mishmeret, sebuah kota pertanian yang ada di utara Tel Aviv, tepatnya hari Minggu, dini hari. Kota tersebut terletak sekitar 20 km dari utara Tel Aviv dan sekitar 80 km dari Jalur Gaza.

Polisi juga mengatakan sebuah rumah terbakar karena terkena dampak roket itu. Pihak rumah sakit yang mana menangani korban mengatakan 7 warga Israel luka ringan karena api dan pecahan peluru. Ketujuh korban tersebut terdiri dari empat orang dewasa, dan 3 di antaranya anak-anak yang salah satunya berusia enam bulan.

Roket tersebut jatuh beberapa menit setelah angkatan udara Israel menyerang basis Hamas di Gaza. Akibat serangan tersebut, Israel langsung menurut perbatasan dengan Gaza. Dikabarkan juga bahwa Israel menutup sejumlah wilayah yang terletak di perairan Mediterania yang mana memungkinkan nelayan Palestina keluar dari wilayah itu.

Sirine Menggema di Kota

Kepolisian juga melaporkan bahwa roket yang diduga asalnya dari Jalur Gaza itu membakar sebuah rumah. Layanan ambulans Magen David Adom menambahkan pihaknya tengah merawat 6 orang penghuni rumah yang terluka.

Namun roket yang jatuh beberapa menit setelah angkatan udara Israel menyerang basis Hamas di Gaza itu sampai sekarang belum ditanggapi secara resmi oleh Palestina. Roket itu menerjang Tel Aviv saat Israel sedang bersiap-siap menggelar pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 April mendatang, di mana sang PM tengah mengamankan periode kelimanya.

Serangan roket ini pun diguna terjadi sat ketegangan di perbatasan meningkat menjelang peringatan protes secara masiv dari warga Palestina di perbatasan Gaza yang sudah berlangsung sejak Maret 2018 lalu. Protes tersebut pasalnya tak jarang berakhir dengan kericuhan.

Tidak hanya itu, bahkan protes itu memicu bentrokan antara militer Israel dan warga Palestina. Paling tidak ada 258 warga Palestina yang tewas di tangan militer Israel di dalam insiden demontrasi besar-besaran yang terjadi rutin di sana.

Netanyahu pasalnya menurutkan ia akan merespons serangan roket tersebut “dengan pasukan.”

“Sudah ada sebuah serangan criminal ke wilayah Israel dan kami bakal merespons itu dengan pasukan,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Sampai dengan saat ini, belum ada tanggapan dari pihak Hamas ataupun kelompok yang lainnya di Gaza. Hamas adalah salah satu faksi besar Palestina yang sudah 3 kali berperang dengan Israel semenjak tahun 2008 silam.

Leave a Reply

Name *
Email *
Website