Penampakan Pengabdi Setan di Empat Puluh Dua Negara


Film horor Indonesia remake, Pengabdi Setan sempat menjadi trending topic di Indonesia. Tidak hanya itu, saking seramnya, penonton-penonton Indonesia juga sempat merasa terhantui dengan film itu. Banyak yang sampai menonton film tersebut lebih dari satu atau dua kali saking seramnya.

Menghantui Negara-Negara Lainnya

Kini pengabdi setan sedang menghantui beberapa negara. Sejak film tersebut dirilis pada bulan September 2017 lalu, sang sutradara, Joko Anwar menyampaikan bahwa film yang mana dibintangi Tarq Basri itu saat ini telah dibeli oleh 42 negara. Keren sekali!

Film horor yang sukses mengantui pemirsanya di Indonesia itu pasalnya telah disaksikan juga lebih dari 4,2 juta penonton. Dan nantinya film tersebut akan ditayangkan di beberapa negara besar misalnya Taiwan, Thailand, dan Spanyol. Sebelumnya film itu juga sudah tanyang di Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam bahkan juga Belanda. Yang menarik adalah poster dari film horor Indonesia tersukses di tahun 2017 ini memiliki poster yang berbeda-beda di tiap negara yang menayangkannya. Seperti yang dikutip dari akun twitter Joko Anwar, ia menuliskan bahwa ada antrian panjang Pengabdi Setan yang terjadi di pemutaran full house di Rotterdam pada tanggal 31 Januari 2018 silam.

Seperti poster yang ada di Singapura, posternya cukup berbeda karna di sana ada gambar setengah wajah Tara Basri yang membelalakkan matanya. Judulnya juga berbeda yakni dalam bahasa Inggris, Satan’s Slaves. Di Malaysia sendiri dilansir dari CNN Indonesia menjadi film Indonesia paling laris yang pernah tayang di Malaysia.

Seperti yang telah diberitakan juga pada bulan Desember lalu, sejak film itu tayang pertama kali di Malaysia tanggal 22 November, Pengabdi Setan telah memperoleh pendapatan kotor yang besarnya 4,8 juta RM (Ringgit Malaysia) atau yang besarnya jika dalam rupiah  Rp. 16 milyar.

Pendapatan tersebut mengunggulo rekor yang sudah ada sebelumnya di mana film Indonesia juga laris di Negeri Jiran tersebut. Film Judi Bola yang laris sebelumnya rekornya dipegang oleh Ada Apa Dengan Cinta? 2 yang mana mengumpulkan pendapatnya kotor sebesar Rp. 15,3 milyar.

Melebarkan Sayap ke Negara Lainnya

Mulai tanggal 8 Maret mendatang, film yang mana meraih Piala Citra paling banyak dalam gelaran FFI tahun 2017 ini akan melebarkan sayapnya ke Thailand dan akan disuarakan dengan bahasa asli Thailand.

Sehari setelah itu yakni tepatnya tanggal 9 Maret 2018 film horor Indonesia ini akan tayang di Taiwan. Informasi tersebut langsung diciutkan oleh sang sutradara yakni Joko Anwar melalui akun twitter pribadinya. Hari Senin (19/2) kemarin ia menuliskan, “Pengabdi Setan tayang di Taiwan 9 Maret 2018. Posternya rame amat yak. Tapi ternyata Insidious 4 juga gini.”

Namun lain halnya dengan Spanyol. Jika Thailand dan Taiwan sudah bisa menyaksikan film horor Indonesia itu mulai Maret mendatang, Spanyol baru bisa menikmatinya pada Mei mendatang tepatnya tanggal 24 Mei 2018. Namun Joko Anwar juga sudah menuliskan cuitannya lengkap dengan poster Pengabdi Setan yang akan tayang di Spanyol.

Sekedar mengingatkan plotnya, Pengabdi Setan versi milik Joko Anwar adalah remake dari film dengan judul yang sama pada tahun 1980an. Film itu dibuka re denganngan masalah finansial keluarga Rini yang diperankan oleh Tara Basri yang kehabisan uang untuk biaya pengobatan ibunya (Ayu Laksmi) yang sakit sangat parah. Setelah itu ibunya meninggal dan berbagai masalah misterius muncul dan mengungkap sebuah kebenaran yang lainnya.

Read More...

Hans Zimmer Katakan Film Pirates of The Caribbean Ide Buruk


Tahu film Pirates of The Caribbean kan? Kalau Hans Zimmer? Hans Zimmer merupakan seorang komposer dunia yang sangat fenomenal. Banyak film-film besar yang menggunakan karyanya sebagai backsound. Jika Anda kenal film The Last Samurai, nah backsound atau OST-nya juga dibuat oleh Hans Zimmer. Begitu juga dengan film Pirates of The Caribbean. Kira-kira, bagaimana tanggapan Hans Zimmer tentang film Pirates of The Caribbean?

 

Hans Zimmer Keliru tentang Pirates of The Caribbean

Walaupun serial Pirates of the Caribbean merupakan salah satu franchise film yang mendapat banyak kritik baik positif maupun negatif, film pertamanya, The Curse of the Black Pearl, masih merupakan film  yang menyenangkan yang disesuaikan dengan selera dengan tempat wisata Disneyland. Film tahun 2003 tersebut memiliki beberapa elemen yang terkenal dan salah satunya adalah karena iringan musiknya yang dilakukan oleh ikon komposer Hollywood, Hans Zimmer.

 

Sulit membayangkan pertunjukan pertama Jack Sparrow, Will Turner dan Elizabeth Swann dengan iringan musik Zimmer. Namun, awalnya, ketika direktur Gore Verbinski awalnya memberi tahu Zimmer tentang karyanya tentang Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl, Zimmer kurang terkesan. Komposer itu bercerita:

 

“(Film) Pirates adalah ketidak-sengajaan yang lengkap. Saya bekerja dengan [direktur] Gore [Verbinski] mengenai sesuatu, dan saya berkata kepadanya, ‘Jadi, apa yang Anda lakukan selanjutnya?’ Dia akan, ‘Well, saya sedang berpikir untuk mengerjakan film Pirates ini.’ Oke, film Pirates … benarkah? Serius? Ini adalah ide terburuk yang pernah saya dengar. … Saya mendapat telepon dari Gore pada hari Ahad, ‘Ayo, lihat hal ini.’ Dia menunjukkan kepada saya sebuah film Togel online terbaik yang tidak mungkin saya bayangkan saat dia membicarakannya. Dan aku mencintai betapa salahnya aku dan betapa benarnya dia.”

 

 

Hans Zimmer Garap Film Selanjutnya

Hans Zimmer akhirnya mau membuat musiknya saat melihat apa yang diciptakan Gore Verbinski bersama Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl. Awalnya, memang Zimmer tidak terkesan, namun setelah dia menyadarinya, dia berpendapat bahwa proyek film ini harus dilanjutkan dan dia ingin terlibat di dalamnya. Namun, karena Zimmer menggantikan Alan Silvestri, komposer aslinya, dia tidak punya waktu cukup banyak untuk membuat instrument atau musiknya.

 

Dia melanjutkan: “Ada sedikit waktu yang tersisa pada saat saya mendapatkan ini. Saya katakan, ‘Oke, lebih baik saya pulang dan menulis tema.’ Dan saya mulai jam 7:30 sore. Aku hanya penuh dengan ide-ide, kecuali aku begitu ketat (dengan waktu). Jadi permainannya semakin memburuk dan memburuk. Dan seperti jari saya tidak bergerak dengan benar lagi. Sekarang jam 5 pagi. Jadi, itu semacam bagaimana film itu muncul.”

 

Tapi hasilnya memang luar biasa. Hans Zimmer juga ditunjuk untuk melanjutkan tiga film Pirates of the Caribbean berikutnya. Tapi, tugas berikutnya diemban oleh Geoff Zanelli untuk Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales. Untuk saat ini, nampaknya waktunya dengan franchise sudah berakhir, tapi di antara banyak film yang dia buat selama beberapa dekade, musiknya di Pirates of the Caribbean (terutama tema itu) masuk dalam kategori yang sangat berkesan.

 

Cobalah tonton kembali film Pirates of the Caribbean dengan komposer Hans Zimmer. Jika Anda ingin menantikan karya Hans Zimmer di film terbaru, Anda bisa menantikan dirilisnya film X-Men: Dark Phoenix, dimana Hans Zimmer juga terlibat di dalamnya. Tentu, ada juga film-film menarik lainnya yang akan dirilis di tahun 2018. Nantikan semua ulasannya di sini.

Read More...