Korea Utara Mengirim Sinyal Terkait Program Rudal


Kim Jong un selaku pemimpin Korea Utara melaksanakan inspeksi terhadap kapal selam yang baru dibuat oleh negaranya itu. Adanya hal ini memiliki potensi yang menandakan bahwa adanya keberlanjutan pengembangan program rudal balistik dari kapal selam.Ini bisa jadi pengembangan teknologi togel online selanjutnya.

Laporan KCNA

Hal yang menguatkan datang dari laporan KCNA, bahwa Kim Jong un melakukan pemeriksaan data operasional serta taktis pada sistem senjata tempur kapal selam baru yang dibuat, tentunya di bawah perhatian khusus. Kabarnya akandioperasikan di perairan lepas pantai timur. KCNA juga menambahkan bahwa penyebaran operasional kapal selam tersebut telah dekat.

Dilansir dari Reuters Kim Jong un juga mengatakan bahwa kapasitas operasional kapal selam merupakan komponen penting di dalam pertahanan nasional negara Korea Utara yang dibatasi oleh laut di timur serta baratnya. Akan tetapi dari laporan KCNA tidak memberikan penjelasan terkait sistem senjata yang terkandung di kapal selam tersebut ataupun tempat di mana serta kapan akan dilakukannya inspeksi.

Analisa dari Para Analis terkait Kapal Selam Korut

Korea Utara mempunyai armada kapal selam besar akan tetapi yang baru diketahui hanya satu kapal selam eksperimental yang dapat membawa rudal jenis balistik. Berdasarkan ukuran menurut analis, kapal selam itu terlihat dirancang guna membawa rudal.Hal senada diutarakan oleh Ankit Panda, salah satu peneliti senior Federasi Ilmuan Amerika.

Menurutnya kita dapat melihat jelas kapal selam itu berukuran lebih besar dari yang sudah diketahui sebelumnya. Ditemukan juga pesan politik bahwa itu adalah pertama kali setelah parade militer 2018, ia memeriksa sistem militer yang jelas dirancang serta dikirim untuk membawa senjata nuklir.Ia juga menganggap bahwa kapal selam milik Korea Utara itu merupakan sinyal yang kurang menyenangkan.

Sehingga dari pihak AS harus segera mengambil tenggat waktu di akhir tahun Kim Jong un guna mengimplementasikan perubahan kebijakan Amerika Serikat dengan penuh keseriusan. Apalagi, bisa dipastikan jika selama adanya inspeksi kapal selam Korea Utara itu, pimpinan Korut mendapat pendampingan oleh pejabat – pejabat yang memiliki peran sentral di dalam pengembangan rudal atau mungkin nuklir.

Pemantauan yang dilakukan oleh kelompok pemantau yang memiliki basis di AS North 38 menuturkan bahwa Korea Utara terlihat akan melanjutkan pembangunan kapal selam yang bertempat di Galangan Sinponya. Kemungkinan kapal selam itu adalah kapal selam rudal jenis balistik pada kelas Sinpo lain. Itu berdasar pencitraan satelit komersial.Kapal selam itu disebut sebagai Sinpo – C oleh komunitas intelijen Amerika Serikat.Kapal itu adalah salah satu kapal selam rudal balistik yang diketahui.

Korea Utara juga sudah membuat kemajuan di dalam program SLBM. Di tahun 2016, sesudah beberapa tahun membuatnya, rudal balistik berhasil diuji cobakan.Kemudian dilanjutkan untuk mengejar ICBM atau program rudal balistik yang dapat dipakai antar benua.Terkait ICBM tersebut, Kim Jong un juga sudah mendeklarasikan perihal pengujian ICBM serta senjata nuklir ketika terlibat di dalam obrolan denuklirisasi bersama Amerika Serikat serta Korea Selatan.

Berita laporan kapal selam Korea Utara itu muncul di tengah penundaan dialog antara Amerika Serikat serta Korea Utara, sesudah Kim Jong un serta Presiden Donald Trump menyepakati  pada pertemuan membicarakan tentang nuklir.Donald Trump menuturkan pembicaraan terkait hal tersebut dapat dilakukan dalam 2 sampai 3 minggu ke depan. Menurut John Bolton selaku penasihat keamanan nasional AS, dirinya akan tiba di Korea Selatan dengan tujuan mengadakan pertemuan dengan pejabat keamanan.

Read More...