Moeldoko Ingin Konflik Lahan PTPN Selesai Hari Ini

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko meminta PTPN II untuk menyelesaikan konflik lahan dengan petani Desa Simalingkar dan Sei Mencirim Sumetara Utara selesai hari ini (9 maret 2021). Dirinya meminta segera diselesaikan dan tidak ada lagi banyak hal yang diperdebatkan. Dalam dialog antara dirinya dengan PTPN II, juga petani di Medan dirinya mengatakan bahwa ini adalah pertemuan terakhir untuk menyelesaikan konflik sehingga tidak ada lagi hal yang perlu dipermasalahkan kembali di kemudian hari.

Jangan Ada lagi Lahan Sengketa PTPN II dan Petani

Di Desa SImalingkar dan Sei Mencirim ada konflik antara petani dan pihak PTPN. Konflik ini memperdebatkan permasalahan lahan yang diakui serta diklaim oleh kedua belah pihak. Moeldoko saat melakukan dialog di Medan meminta judi slot pakai dana kepada pihak PTPN untuk menyediakan lahan perumahan dan pertanian bagi anggota serikat tani yang sudah ada verifikasinya. Para petani memiliki hak juga untuk dibangunkan rumah seluas 150 meter persegi untuk setiap keluarga sesuai dengan aturan dan kesepatakan.

Skema pembangunan tersebut akan menggunakan skema pinjam pakai lahan produksi 2500 meter persegi per kartu keluarga. PTPN II harus memastikan bahwa masa pakai lahan berlaku hingga 35 tahun dan bisa diperpanjang sesuai dengan kesepakatan. Ini adalah sebuah kesepakatan terakhir karena sudah empat kali rapat tingkat menteri sejak petani mengadukan konflik tersebut kepada presiden joko Widodo pada Bulan Agustus tahun 2020 lalu. Pertemuan dan dialog ini diharapkan menjadi yang terakhir dan menjadi salah satu solusi untuk konflik yang berkepanjangan ini.

Selain adanya kesepakatan itu, Moeldoko pun akan memberikan dukungan yang lain seperti Program Pemberdayaan Masyarakat selepas redistribusi lahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini merupakan sebuah upaya untuk menyelesaikan konflik yang sudah disetujui oleh Jokowi. Akhir dari konflik harus bisa menguntungkan para petani sehingga mampu memberikan kontribusi kembali untuk memajukan pertanian di Indonesia. Kesejahteraan petani harus menjadi prioritas untuk diusahakan.

PTPN II Akan Ikuti Araha KSP

Setelah adanya kesepakatan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa pihaknya akan membuat laporan kepada presiden. Sedangkan PTPN II melalui direkturnya IRwan Peranginangin mengatakan bahwa pihak PTPN akan mengikuti aturan dan perintah dari Kepala Staf Kepresidenan. Pihak PTPN sudah menyiapkan lokasi dan lahan untuk dibangun perumahan serta lahan untuk pertanian bagi petani. Sedangkan dari pihak petani, Imam Wahyudi mengatakan bahwa mereka meunggu realisasi dari konflik yang sudah ditemukan solusinya itu.

Selama ini pihak petani telah melakukan usaha pertanian dengan bercocok tanam di lahan yang kini menjadi lahan konflik antara petani dan PTPN. Imam Wahyudi mengatakan dirinya dan teman petani lainnya melakukan cocok tanan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sebelumnya, ada lima perwakilan petani dari SImalingkar dan Sei Mencirim yang menemui Joko Widodo terkaid aduan mereka terhadap konflik yang dialami. Petani tersebut melakukan aksi jalan kaki dari Medan ke Istana Kepresidenan di Jakarta. Awal munculnya konflik antara PTPN II dengan petani adalah adanya penggusuran lahan dan tempat kelola petani yang ada di Desa Simalingkar dan Sei Menciri. Lahan tersebut akan digunakan oleh PTPN II untuk proyek perumahan, sedangkan petani menuntut haknya atas lahan tersebut yang sudah mereka tempati sejak tahun 1951. KSP Moeldoko sudah sering melakukan dialog namun belum juga mendapatkan solusi hingga akhirnya di Bulan Maret 2021 telah diselesaikan dan Para petani menunggu realisasi dari solusi yang telah diberikan KSP tersebut.

Author: Memei