Hans Zimmer Katakan Film Pirates of The Caribbean Ide Buruk


Tahu film Pirates of The Caribbean kan? Kalau Hans Zimmer? Hans Zimmer merupakan seorang komposer dunia yang sangat fenomenal. Banyak film-film besar yang menggunakan karyanya sebagai backsound. Jika Anda kenal film The Last Samurai, nah backsound atau OST-nya juga dibuat oleh Hans Zimmer. Begitu juga dengan film Pirates of The Caribbean. Kira-kira, bagaimana tanggapan Hans Zimmer tentang film Pirates of The Caribbean?

 

Hans Zimmer Keliru tentang Pirates of The Caribbean

Walaupun serial Pirates of the Caribbean merupakan salah satu franchise film yang mendapat banyak kritik baik positif maupun negatif, film pertamanya, The Curse of the Black Pearl, masih merupakan film  yang menyenangkan yang disesuaikan dengan selera dengan tempat wisata Disneyland. Film tahun 2003 tersebut memiliki beberapa elemen yang terkenal dan salah satunya adalah karena iringan musiknya yang dilakukan oleh ikon komposer Hollywood, Hans Zimmer.

 

Sulit membayangkan pertunjukan pertama Jack Sparrow, Will Turner dan Elizabeth Swann dengan iringan musik Zimmer. Namun, awalnya, ketika direktur Gore Verbinski awalnya memberi tahu Zimmer tentang karyanya tentang Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl, Zimmer kurang terkesan. Komposer itu bercerita:

 

“(Film) Pirates adalah ketidak-sengajaan yang lengkap. Saya bekerja dengan [direktur] Gore [Verbinski] mengenai sesuatu, dan saya berkata kepadanya, ‘Jadi, apa yang Anda lakukan selanjutnya?’ Dia akan, ‘Well, saya sedang berpikir untuk mengerjakan film Pirates ini.’ Oke, film Pirates … benarkah? Serius? Ini adalah ide terburuk yang pernah saya dengar. … Saya mendapat telepon dari Gore pada hari Ahad, ‘Ayo, lihat hal ini.’ Dia menunjukkan kepada saya sebuah film Togel online terbaik yang tidak mungkin saya bayangkan saat dia membicarakannya. Dan aku mencintai betapa salahnya aku dan betapa benarnya dia.”

 

 

Hans Zimmer Garap Film Selanjutnya

Hans Zimmer akhirnya mau membuat musiknya saat melihat apa yang diciptakan Gore Verbinski bersama Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl. Awalnya, memang Zimmer tidak terkesan, namun setelah dia menyadarinya, dia berpendapat bahwa proyek film ini harus dilanjutkan dan dia ingin terlibat di dalamnya. Namun, karena Zimmer menggantikan Alan Silvestri, komposer aslinya, dia tidak punya waktu cukup banyak untuk membuat instrument atau musiknya.

 

Dia melanjutkan: “Ada sedikit waktu yang tersisa pada saat saya mendapatkan ini. Saya katakan, ‘Oke, lebih baik saya pulang dan menulis tema.’ Dan saya mulai jam 7:30 sore. Aku hanya penuh dengan ide-ide, kecuali aku begitu ketat (dengan waktu). Jadi permainannya semakin memburuk dan memburuk. Dan seperti jari saya tidak bergerak dengan benar lagi. Sekarang jam 5 pagi. Jadi, itu semacam bagaimana film itu muncul.”

 

Tapi hasilnya memang luar biasa. Hans Zimmer juga ditunjuk untuk melanjutkan tiga film Pirates of the Caribbean berikutnya. Tapi, tugas berikutnya diemban oleh Geoff Zanelli untuk Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales. Untuk saat ini, nampaknya waktunya dengan franchise sudah berakhir, tapi di antara banyak film yang dia buat selama beberapa dekade, musiknya di Pirates of the Caribbean (terutama tema itu) masuk dalam kategori yang sangat berkesan.

 

Cobalah tonton kembali film Pirates of the Caribbean dengan komposer Hans Zimmer. Jika Anda ingin menantikan karya Hans Zimmer di film terbaru, Anda bisa menantikan dirilisnya film X-Men: Dark Phoenix, dimana Hans Zimmer juga terlibat di dalamnya. Tentu, ada juga film-film menarik lainnya yang akan dirilis di tahun 2018. Nantikan semua ulasannya di sini.

Read More...

Inkonsistensi Tim Yamaha Di MotoGp Sepang


Di MotoGp Sepang Malaysia, tim Yamaha nampak menunjukkan hasil yang tak konsisten. Valentino Rossi hanya dapat mengakhiri tes pertama di posisi ke 6, dengan waktu 2 menit 0.233 detik dan terpaut 0,806 detik dibandingkan Dani Pedrosa yang berhasil menjadi pebalap tercepat.

 

Tim Yamaha Tak Konsisten Torehkan Prestasi

Pria asal Italia itu menilai kalau motor barunya nampak lebih baik jika dibandingkan dengan motor yang ia gunakan tahun lalu. Dia juga berujar, bahwa dapat melaju kencang dalam kondisi kering.

 

“Kesan pertamanya positif, itu sejak hari pertama. Saat di kondisi yang basah, saya ada di posisi keenam, tapi dengan feeling yang bagus membuat posisi dewa poker saya jadi tidak terlalu jauh, dan saat dimulai ketika kondisi kering,” kata Rossi seperti yang dilansir dari situs resmi MotoGP.

 

“Sulit untuk memahami kondisi, tapi tidak terlalu buruk. Di kondisi kering, saya sangat kuat dan saya senang, sebab saya dapat menyelesaikan program dan menguji segalanya. Saya juga masih bisa mendapatkan waktu lap yang bagus,” tambahnya.

 

Tes hari kedua, Senin (29/1/2018), nampak Maverick Vinales menobatkan dirinya menjadi pebalap paling cepat, dan diposisi kedua diisi oleh Rossi. Waktu yang berhasil Vinales torehkan adalah 1 menit 59,355 detik, sedangkan Rossi hanya selisih 0,035 detik dari Vinales.

 

Menurut Rossi, start dengan hasil yang baik, biasanya diikuti dengan hal lain yang baik juga. Itulah yang membuatnya ingin prestasinya menggembirakan sejak tes pramusim MotoGp. Bahkan torehan waktu di hari keduanya lebih cepat hampir sedetik bila dibandingkan dengan peraihan waktu pada Hari Minggu (28/1/2018), ketika ia duduk di posisi ke 6.

 

“Hari ini adalah hari positif, karena saya selalu punya feeling yang bagus dengan motor saya dan saya juga cukup kompetitif dalam hal kecepatan,” ungkap Rossi seperti yang dikutip Crash.net.

“Performa kami jauh meningkat dengan ban lama, dibandingkan tahun lalu. Itu sangat penting, tapi anda tau persaingan sangat ketat. Kecepatan juga beda tipis,” tuturnya.

 

“Jadi, kami harus saling berkonsentrasi pada detail-detail kecil, agar bisa menjadi pebalap terdepan. Ini baru awal, tapi mengawali dengan baik sangat penting. Tahun lalu kami mengalami dengan buruk dan di sepanjang musim, dengan naik turunnya, kami kesulitan. Biasanya ketika anda memulai dengan baik, itu lebih baik,” kata Rossi.

 

Hari Terakhir, Rossi Duduk Di Peringkat 6

Tapi hasil di hari kedua berbeda dengan tes di hari terakhir, Selasa (30/1/2018). Bahkan performanya terlihat tak cukup baik. Rossi hanya mampu menyentuh finis di urutan ke 6 dengan perolehan waktu 1 menit 59,449 detik atau lebih lama 0,619 detik dibandingkan Jorge Lorenzo, yang ada di posisi pertama.

 

Rossi mengakui kalau hasil inkonsistensi itu membuat Yamaha kebingungan. Sebelum musim baru bergulir, mereka harus menyelesaikan permasalahan tersebut.

Seperti yang dikutip Autosport, Rossi mengatakan,”Hari ini (Selasa) sedikit lebih sulit, kami lebih kesulitan sejak pagi dengan cengkeraman, lebih sulit untuk mengendarai motor di batasnya.”

 

“Kemarin malam saya optimistis akan memperbaiki laptime, tapi itu tidak mungkin. Sedikit lebih sulit, khususnya dengan ban baru, karena dengan ban lama kecepatan saya bagus,” imbuhnya.

“Kami sedikit khawatir. Kami harus memahami kenapa ini terjadi, karena di tes Valencia setelah balapan terakhir, hal yang sama terjadi,” ujar Rossi.

 

“Saat itu saya dan Maverick punya feeling bagus dengan motor dan ban. Hari berikutnya, motor yang sama, ban yang sama, temperatur yang sama, kami kehilangan 0,3 hingga 0,4 detik dan kami tidak mengerti kenapa.”

“Hari ini terjadi hal yang sedikit sama, jadi kami harus memahami mengapa ini terjadi,” tambahnya.

Read More...